Lonjakan Kendaraan dari Jawa ke Sumatera Naik Signifikan pada H-7 Mudik Lebaran 2026

LAMPUNG SELATAN | LAMPUNGKU.COM – Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Jawa–Sumatera mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H-7 Idul Fitri 1447 Hijriah. Lonjakan paling terlihat pada kendaraan roda empat dan truk logistik yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

Berdasarkan data Posko Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang diterima Lampungku.com, Ahad, (15/3/2026), pada periode 14 Maret 2026 selama 24 jam tercatat sebanyak 164 trip kapal beroperasi melayani penyeberangan di lintas Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara menuju Sumatera.

Bacaan Lainnya

Total penumpang yang menyeberang mencapai 72.735 orang atau naik 52,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 17.067 unit.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada kendaraan roda empat yang mencapai 10.365 unit atau meningkat 73,8 persen. Selain itu, kendaraan truk logistik juga mengalami lonjakan signifikan hingga 95 persen dengan total 3.352 unit.

Untuk kendaraan roda dua tercatat sebanyak 2.756 unit atau naik 30,3 persen. Sementara kendaraan bus mencapai 594 unit atau meningkat 17,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-7, total kendaraan yang telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera mencapai 49.026 unit atau meningkat 5,7 persen dibandingkan periode mudik tahun 2025.

Sementara itu, arus kendaraan dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu juga menunjukkan peningkatan meskipun tidak sebesar arus dari Jawa ke Sumatera.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, tercatat sebanyak 128 trip kapal beroperasi melayani penyeberangan dari Sumatera menuju Jawa.

Jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 40.794 orang atau naik 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan total kendaraan tercatat sebanyak 8.324 unit atau meningkat sekitar 10 persen.

Pada kategori kendaraan, roda dua tercatat sebanyak 620 unit atau naik 15,5 persen, sedangkan kendaraan roda empat mencapai 4.623 unit atau meningkat 12,8 persen. Namun pada sektor bus tercatat mengalami penurunan sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, mobilitas masyarakat pada periode awal arus mudik tahun ini menunjukkan pergeseran pola perjalanan. Meskipun jumlah penumpang secara akumulatif mengalami sedikit penurunan, jumlah kendaraan justru mengalami peningkatan.

Lonjakan signifikan pada kendaraan truk di lintas Merak juga menunjukkan adanya percepatan distribusi logistik sebelum kebijakan pembatasan operasional angkutan barang diberlakukan secara penuh menjelang puncak arus mudik Lebaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *