BANDAR LAMPUNG | LAMPUNGKU.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag, menyatakan umat Islam di Lampung telah terbiasa mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan sikap toleransi dalam menyikapi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, perbedaan awal 1 Syawal 1447 Hijriah yang terjadi tahun ini tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan. Justru, momentum tersebut harus menjadi sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Yang ikut pemerintah silakan. Sebab keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat karena melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari BMKG, BRIN, planetarium, observatorium, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam,” ujar Mukri kepada lampungku.com, Jum’at (20/3/2026).
Ia menegaskan, adanya perbedaan penetapan Idulfitri oleh sebagian organisasi kemasyarakatan Islam yang menetapkan lebih awal, yakni Jumat (20/3/2026), merupakan hal yang wajar dalam dinamika keilmuan Islam.
“Perbedaan ini adalah bagian dari khazanah keilmuan. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, saling menghormati dan menghargai, serta mengedepankan toleransi,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan tersebut berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil hisab dan rukyat dengan mengacu pada kriteria MABIMS, yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
“Hasil pemantauan menunjukkan ketinggian hilal di seluruh Indonesia berada di atas ufuk, namun belum memenuhi kriteria MABIMS, dan hilal tidak terlihat. Maka 1 Syawal ditetapkan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” jelasnya.
Kemenag sendiri melakukan pemantauan hilal di 117 titik yang tersebar di seluruh Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kanwil Kemenag daerah, Pengadilan Agama, serta ormas Islam.
Mukri pun mengajak seluruh umat Islam, khususnya di Lampung, untuk tetap menjaga persatuan dan mempererat silaturahmi di tengah perbedaan yang ada.
“Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan, tetapi justru memperkuat kebersamaan kita sebagai umat,” pesannya.





