JAKARTA | LAMPUNGKU.COM – Kementerian Perindustrian menyebut tren positif kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan terhadap PDB nasional dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, mulai dari pemulihan pascapandemi hingga penguatan konsumsi dalam negeri.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Arief, menjelaskan bahwa jika dibandingkan dalam periode yang sama, khususnya sejak kuartal II 2022 hingga kuartal IV 2025, kontribusi industri pengolahan menunjukkan tren meningkat.
“Kenaikan kontribusi tersebut didorong oleh kombinasi pemulihan pascapandemi, efektivitas kebijakan hilirisasi industri, serta penguatan konsumsi domestik,” ujarnya dalam rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 di Jakarta, Rabu (29/4).
Ia menambahkan, kebijakan hilirisasi terbukti mampu meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, sehingga memperkuat posisi industri pengolahan dalam struktur perekonomian nasional. Di sisi lain, permintaan domestik yang tetap kuat turut menjaga stabilitas sektor manufaktur di tengah tekanan global.
Selain itu, Kemenperin juga mencatat tidak adanya pergeseran tenaga kerja dari sektor industri pengolahan ke sektor lain.
Lebih lanjut, Febri menegaskan bahwa tren kenaikan kontribusi ini menjadi indikator bahwa industri manufaktur nasional masih berada dalam kondisi yang solid. Bahkan, pemerintah memastikan tidak terjadi gejala deindustrialisasi dini di Indonesia.
“Dari tren kenaikan kontribusi PDB Industri Pengolahan terhadap PDB Nasional dan tidak terjadinya shifting tenaga kerja industri pengolahan ke sektor lain, kami menegaskan bahwa manufaktur Indonesia tidak mengalami gejala deindustrialisasi dini apalagi deindustrialisasi,” tegasnya.
Sebelumnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi industri pengolahan terhadap PDB nasional pada 2025 tercatat sebesar 19,07 persen, yang menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Kemenperin menilai, dengan kombinasi kebijakan yang tepat dan dukungan permintaan domestik yang kuat, sektor industri pengolahan akan terus menjadi tulang punggung perekonomian nasional.





