7 Santri Lulusan MA Al-Fatah Natar 2026 Dinyatakan Hafal 30 Juz

Salah seorang santri Lulusan Ponpes Al-Fatah Natar memeluk ibunya setelah memakaikan mahkota kemuliaan pada acara Tasyakur Kelulusan yang digelar di Masjid An-Nubuwwah Ahad, (19/4/2026) karena telah berhasil menghafal 30 Juz Al-Qur'an. (Photo: Istimewa)

LAMPUNG SELATAN | LAMPUNGKU.COM – Sebanyak 7 santri lulusan Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Natar tahun 2026 dinyatakan berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz dalam momentum Haflah Tasyakur Kelas 6 MA Angkatan ke-32 yang digelar Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Lampung di Masjid An Nubuwwah, Ahad (19/4/2026).

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri di tengah prosesi Tasyakur Kelulusan yang juga melepas 93 santri, terdiri dari 49 santri Muslimin dan 44 santri Muslimat. Para lulusan berasal dari berbagai daerah di Provinsi Lampung hingga luar daerah, menandakan luasnya jangkauan pendidikan lembaga tersebut.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Mewujudkan Kegemilangan dengan Generasi yang Kokoh Keimanan, Tajam Pemikiran, dan Mulia Perbuatan”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelepasan, tetapi juga penguatan komitmen dalam mencetak generasi Islam yang unggul dan berdaya saing.

Acara turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattari, Gubernur Lampung yang diwakili Kadis Kominfo dan Statistik, Ganjar Jationo, M.AP, Pembina jaringan Ponpes Al-Fatah Indonesia Imaam Yakhsyallah Mansur, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Camat Natar, Kepala KUA Natar, Kepala Desa Negararatu serta wali santri.

Dalam sambutannya, Imaam Yakhsyallah memberikan pesan mendalam kepada para santri agar menjadi generasi berilmu yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan secara luas.

Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an, orang berilmu disebut dengan beberapa istilah, seperti ulama, ahlu zikri, ulil abshar, hingga puncaknya ulul albab.

Kehadiran Duta Besar Palestina juga memberikan pesan kuat tentang pentingnya solidaritas umat Islam di tingkat global, sekaligus memotivasi para santri untuk memiliki kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan.

Gubernur Lampung yang diwakili Kadis Kominfo dan Statistik, Ganjar Jationo, M.AP juga mengapresiasi peran Ponpes Al-Fatah dalam membentuk karakter bangsa dengan pendidikan karakter Al-Qur’an bersama pentingnya menguasai pengetahuan dan teknologi.

Madrasah Al-Fatah sendiri telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari akademisi hingga meraih gelar doktor dan mengajar di berbagai perguruan tinggi, tenaga medis seperti dokter dan perawat, Perwira Kepolisian, TNI, relawan kemanusiaan dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, hingga profesional di bidang jurnalistik, fotografi, dan videografi.

Tak hanya itu, prestasi juga ditorehkan di bidang olahraga, di antaranya cabang karate dan Tapak Suci, bahkan hingga tingkat dunia dengan capaian juara dua dunia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *