JAKARTA | LAMPUNGKU.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar penandatanganan kerja sama strategis dengan tiga perusahaan guna mempercepat penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur pengelolaan air dan limbah merupakan salah satu kunci dalam mendorong transformasi industri nasional menuju keberlanjutan.
“Penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan industri yang berdaya saing sekaligus mendukung target net zero emission sektor industri pada tahun 2050,” ujarnya dalam keterangan yang diterima lampungku.com, Rabu (29/4/2026).
Kerja sama ini melibatkan PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd. Kolaborasi tersebut difokuskan pada penyediaan solusi pengolahan air, air limbah, serta desalinasi air laut di kawasan industri.
Seiring pertumbuhan sektor manufaktur yang terus meningkat, kebutuhan terhadap ketersediaan air bersih dan sistem pengolahan limbah yang andal kian krusial. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas pengolahan air limbah masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pengembangan teknologi yang lebih modern dan efisien.
Melalui kerja sama ini, diharapkan ketersediaan air baku yang berkelanjutan dapat semakin terjamin, efisiensi pengelolaan limbah industri meningkat, serta ketahanan sumber daya air di berbagai wilayah industri di Indonesia dapat terjaga.
Selain itu, pengembangan teknologi desalinasi air laut juga membuka peluang peningkatan kapasitas produksi garam industri nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian industri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis.
Kemenperin juga terus mengakselerasi penerapan prinsip ekonomi sirkular di kawasan industri melalui pemanfaatan kembali air limbah, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta optimalisasi penggunaan sumber daya air secara efisien. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas industri sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII) turut berperan aktif dalam mendukung realisasi proyek pengolahan air dan limbah di kawasan industri, termasuk dalam memfasilitasi investasi dan memperluas kerja sama internasional guna memperkuat daya saing industri nasional.
Sebagai langkah lanjutan, kerja sama ini diharapkan segera diwujudkan melalui pelaksanaan proyek percontohan di kawasan industri. “Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga dapat mempercepat transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global,” tutup Agus.





