LAMPUNG SELATAN | LAMPUNGKU.COM – Sore itu, Jum’at, (13/3/2026) langit Desa Negararatu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, perlahan berubah warna. Matahari yang mulai condong ke barat menghadirkan semburat jingga lembut di ufuk meski ada juga awan hitam di sebelah utara.
Di tepi jalan Sidoarjo 1, Desa Negararatu yang tak pernah benar-benar sepi, sekelompok pria dengan Jersey Abu-abu tampak sibuk menata bungkusan kecil berisi makanan ringan dan gelas-gelas minuman es sementara masyarakat sekitar sudah mulai antri menunggu.
Mereka bukan pedagang takjil, bukan pula panitia acara besar. Mereka adalah anggota komunitas sepak bola Negararatu Legend FC (NRLFC), yang sore itu memilih meninggalkan sejenak lapangan hijau untuk turun ke jalan, berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.
Di tengah kesibukan membagikan paket berbuka, senyum-senyum ramah menyapa para pengendara yang melintas—mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, hingga warga yang berjalan kaki pulang dari aktivitas sore mereka. Setiap orang yang menerima bungkusan takjil tampak terkejut sekaligus bahagia.
“Silakan Ibu, untuk berbuka puasa,” ucap Dino Afrian, salah satu pengurus NRLFC sambil menyerahkan satu paket snack dan segelas minuman es kepada seorang pengendara motor yang berhenti di pinggir jalan.
Kegiatan berbagi takjil ini memang bukan kegiatan pertama bagi komunitas sepak bola yang cukup dikenal di Kecamatan Natar tersebut. Setiap bulan Ramadhan, para anggota NRLFC menjadikannya sebagai agenda rutin yang selalu dinanti.
Ketua NRLFC, Cipto Tri Handoyo, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat sederhana: menjadikan komunitas sepak bola tidak hanya sekadar tempat berkumpul untuk berolahraga.
“Setiap Ramadhan kami memang rutin mengadakan bagi takjil gratis. Kami ingin komunitas ini ada manfaatnya untuk masyarakat meski tidak banyak,” ujar Cipto yang juga Anggota Kepolisian Polsek Natar ini di sela kegiatan.
Bagi Cipto dan rekan-rekannya, sepak bola bukan sekadar permainan yang menghasilkan keringat dan kebugaran. Lebih dari itu, komunitas yang mereka bangun diharapkan bisa menjadi ruang kebersamaan yang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Jadi bukan hanya sekadar main bola, cari keringat biar sehat. Kami juga ingin ada nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di dalamnya,” tambahnya.
Sore itu, NRLFC membagikan sekitar 200 paket snack takjil dan 200 gelas minuman es kepada masyarakat yang melintas di sekitar Desa Negararatu. Paket sederhana itu mungkin tidak mewah, namun di bulan Ramadhan yang penuh berkah, kehangatan berbagi sering kali jauh lebih berarti dibandingkan nilai materi.
Beberapa anggota komunitas tampak berdiri di dua sisi jalan, sementara yang lain bertugas mengatur paket agar pembagian berjalan tertib. Tawa ringan dan sapaan hangat terdengar di sela aktivitas mereka sembari mengatur jalan yang semakin macet akibat antrian mengular.
Seorang ibu yang melintas bersama anaknya sempat berhenti ketika menerima takjil tersebut. Ia tersenyum sambil mengucapkan terima kasih sebelum melanjutkan perjalanan.
“Terima kasih ya, Mas. Ini buat buka puasa nanti,” katanya dengan wajah bahagia.
Pemandangan seperti itu berlangsung tidak sampai 15 menit, paket-paket takjil yang semula tersusun rapi di atas meja plastik perlahan berkurang hingga akhirnya habis dibagikan kepada masyarakat.
Sekretaris NRLFC, Susilo Hardiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil ini memang menjadi salah satu program inti komunitas mereka, terutama yang berkaitan dengan kegiatan sosial.
“Kegiatan ini merupakan salah satu core kegiatan NRLFC yang bersifat sosial, termasuk juga bahkan bantuan untuk warga Palestina,” ujarnya.
Menurut Susilo, komunitas yang sehat tidak hanya diukur dari seberapa sering anggotanya berlatih atau bertanding, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia mengatakan bahwa para anggota NRLFC berasal dari berbagai latar belakang profesi. Ada yang bekerja sebagai pegawai swasta, wiraswasta, petani, hingga anggota kepolisian dan TNI juga ASN. Namun ketika berkumpul di komunitas ini, mereka memiliki tujuan yang sama: menjaga persahabatan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin NRLFC bukan hanya dikenal sebagai komunitas sepak bola, tetapi juga sebagai komunitas yang peduli dengan masyarakat,” jelas Susilo.
Bagi warga Desa Negararatu, kehadiran komunitas seperti NRLFC memang menjadi warna tersendiri dalam kehidupan sosial desa. Selain rutin bermain sepak bola, para anggota komunitas ini juga sering terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Di lapangan sepak bola desa, nama NRLFC cukup familiar. Komunitas ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya para pemain “legend”—sebutan untuk para pemain yang sebagian besar sudah tidak muda lagi namun masih memiliki semangat bermain yang tinggi.
Namun siapa sangka, di balik semangat berolahraga itu tersimpan pula kepedulian sosial yang terus dijaga dari tahun ke tahun.
Ramadhan bagi mereka bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat rasa kebersamaan dan berbagi kepada sesama.
Menjelang waktu berbuka, aktivitas pembagian takjil pun selesai. Kotak-kotak snack telah habis, minuman es juga tak tersisa. Para anggota NRLFC kemudian duduk bersama di halaman rumah salah satu anggota NRLFC, Giyanto yang menjadi Base lokasi pembagian takjil, menikmati sisa waktu menjelang adzan Maghrib.
Sebagian dari mereka berbuka dengan makanan sederhana yang mereka bawa sendiri. Ada yang hanya dengan air mineral dan kurma, ada pula yang berbagi snack, gorengan yang masih tersisa.
Bagi mereka, kebahagiaan justru hadir dari hal-hal kecil—dari senyum warga yang menerima takjil, dari ucapan terima kasih sederhana, dan dari kebersamaan yang terbangun di antara sesama anggota komunitas.
Di tengah dunia yang sering kali terasa semakin individualistis, kegiatan kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial masih hidup di tengah masyarakat.
Dan di Desa Negararatu, Lampung Selatan, semangat itu tumbuh dari sebuah komunitas sepak bola bernama Negararatu Legend FC.
Komunitas yang mungkin lahir dari kecintaan pada sepak bola, tetapi berkembang menjadi ruang persahabatan, kepedulian, dan kebersamaan.
Sebab bagi NRLFC, sepak bola memang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun berbagi kepada sesama adalah cara menjaga kesehatan hati.





