UKK Mandiri Gandeng Dunia Industri, SMK 1 Swadhipa Natar Perkuat Kualitas Lulusan

LAMPUNG SELATAN | LAMPUNGKU.COM – Komitmen meningkatkan kualitas lulusan terus ditunjukkan SMK 1 Swadhipa Natar melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun ajaran 2025/2026. Tidak sekadar formalitas akhir pembelajaran, UKK tahun ini dirancang lebih adaptif dengan kebutuhan dunia kerja melalui kolaborasi langsung dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kepala sekolah, Ikhwan Robi, kepada Lampungku.com Rabu, (22/4/2026) menegaskan bahwa pelaksanaan UKK secara mandiri dengan melibatkan mitra industri menjadi langkah strategis dalam memastikan lulusan benar-benar siap terjun ke lapangan kerja.

Bacaan Lainnya

“UKK ini bukan hanya untuk mengukur kemampuan siswa, tetapi juga untuk memastikan bahwa kompetensi mereka sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Bahkan, siswa dengan hasil terbaik berpeluang langsung terserap oleh industri,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, SMK 1 Swadhipa Natar menggandeng sejumlah mitra dari berbagai bidang keahlian. Untuk jurusan Desain Produksi Busana (DPB), sekolah bekerja sama dengan CV. Mitra Indo Karya yang diwakili oleh Fukiyono Yunus.

Sementara untuk jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), kolaborasi dilakukan bersama Radar Lampung TV melalui praktisi Jefri Ardi. Adapun jurusan Akuntansi bermitra dengan PT. Keong Nusantara Abadi yang diwakili Novita Sari.

Keterlibatan langsung praktisi industri ini menjadi nilai tambah tersendiri. Siswa tidak hanya diuji secara akademik, tetapi juga dinilai berdasarkan standar kerja nyata yang berlaku di dunia profesional.

UKK sendiri merupakan asesmen akhir bagi siswa SMK, khususnya kelas XII atau XIII, untuk mengukur pencapaian kompetensi sesuai jenjang Kualifikasi Kerangka Nasional Indonesia (KKNI) level 2 atau 3. Hasil dari UKK menjadi salah satu syarat penting untuk memperoleh sertifikat kompetensi.

Lebih dari itu, pendekatan berbasis industri yang diterapkan SMK 1 Swadhipa Natar menunjukkan arah baru pendidikan vokasi—tidak hanya mencetak lulusan, tetapi menciptakan tenaga kerja yang siap pakai.

Ikhwan Robi menambahkan, sinergi dengan dunia industri akan terus diperkuat ke depan. Hal ini penting agar kurikulum dan praktik pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan pasar kerja.

“Harapannya, lulusan kami tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan profesional untuk bersaing,” tambahnya.

Dengan langkah ini, SMK 1 Swadhipa Natar menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menjembatani siswa menuju dunia kerja secara nyata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *