NATAR | LAMPUNGKU.COM — Sebanyak 15 anggota Komunitas Kopi Natarku mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknik Membuat Konten Media Sosial yang diselenggarakan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra dari Komisi X, Ruby Chairani Syiffadia, B.A. (Hons), M.Sc. bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Hotel Bandara Syariah, Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat konten media sosial yang kreatif, menarik, informatif, serta bertanggung jawab.
Bimtek ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak di tengah perkembangan era digital.
Wakil Ketua Kopi Natarku, Susilo Herdiansyah, SE, mengatakan peningkatan kapasitas generasi muda menjadi hal penting agar pemuda mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, mengembangkan kreativitas, dan memanfaatkan ruang digital untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Anak muda harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Di era AI, kemampuan membuat konten saja tidak cukup. Kita juga harus mampu berpikir kritis, memilah informasi, memahami etika digital, dan bertanggung jawab atas apa yang kita publikasikan,” ujar Susilo Herdiansyah yang akrab disapa Dian ini.
Menurutnya, perkembangan AI memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan ide, memperluas wawasan, serta menghasilkan konten yang lebih kreatif.
Namun, kemudahan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman mengenai literasi digital agar tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang keliru maupun penggunaan teknologi secara tidak bertanggung jawab.
Dian menilai, materi yang disampaikan dalam bimtek BRIN relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan media sosial yang semakin kompleks.
Kemampuan membedakan informasi benar dan salah, memahami risiko penyebaran konten, serta menjaga etika berkomunikasi di ruang digital merupakan keterampilan yang perlu terus diasah.
“Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna teknologi tanpa memahami dampaknya. AI harus kita manfaatkan untuk belajar, mengembangkan potensi, dan menghasilkan karya positif. Tetapi, kita juga harus punya prinsip, menjaga etika, serta tidak kehilangan kemampuan berpikir kritis,” ujar Dian yang juga pengusaha Dhea Travel ini.
Ia menambahkan, keikutsertaan 15 anggota Kopi Natarku dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat komunitas untuk mendorong anggotanya terus belajar dan meningkatkan kualitas diri.
Bagi Dian, peningkatan kapasitas pemuda tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui partisipasi dalam kegiatan pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman yang membuka wawasan terhadap perkembangan teknologi.
Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta membagikannya kepada lingkungan sekitar sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta yang hadir, tetapi juga menjangkau generasi muda lainnya.
“Harapan kami, semakin banyak anak muda yang berani belajar, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menggunakan media sosial secara cerdas. Bukan hanya mengejar popularitas, tetapi juga menghadirkan konten yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Melalui partisipasi dalam Bimtek Teknik Membuat Konten Media Sosial BRIN, Kopi Natarku menegaskan pentingnya membangun budaya belajar di kalangan generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan era AI, memiliki kecakapan digital, dan mampu berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.





