BAKAUHENI|LAMPUNGKU.COM – Pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dan Pelabuhan Merak, Banten, tetap beroperasi normal meski Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan wartawan Lampungku.com di Pelabuhan Bakauheni, Ahad (6/9/2026) dini hari, antrean kendaraan di Dermaga pelabuhan masih terus berjalan.
Efendi, salah seorang ABK Kapal Ferry kepada Lampungku.com mengatakan Kapal tetap beroperasi sebagaimana biasa, namun penumpang diimbau berada di ruangan kapal, tidak berada di geladak terbuka guna menghindari Abu Vulkanik yang terlihat menebal di lantai.
“Masih berjalan normal. Tidak ada penutupan pelabuhan. Kapal tetap berangkat sesuai jadwal,” ujarnya.
Cuaca dan Ombak juara terpantau normal, meski langit tampak gelap tertutup Abu Vulkanik.
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mengalami peningkatan aktivitas erupsi.
Berdasarkan Laporan Khusus Badan Geologi Nomor 1512.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 5 September 2026, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang mulai teramati pada Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB.
Dalam laporan tersebut, Badan Geologi menyebut aktivitas erupsi disertai suara gemuruh serta semburan material pijar. Fenomena erupsi yang teramati diinterpretasikan sebagai lava fountain atau semburan lava pijar.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau juga berdampak pada sebaran abu ke sejumlah wilayah di Lampung. Laporan mengenai abu vulkanik yang mencapai kawasan Bandar Lampung dan sekitarnya, termasuk Natar, muncul pada Sabtu (5/9). Abu dilaporkan menempel pada kendaraan, jalan dan permukiman warga.
Bahkan sejumlah Video yang beredar di Media Sosial menampilkan keluhan warga terkait Abu Vulkanik Anak Krakatau yang sampai ke Krui, Pesisir Barat.





