KALIANDA | LAMPUNGKU.COM – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bergerak cepat menetapkan sejumlah langkah penanganan dan kesiapsiagaan menyusul aktivitas erupsi Gumung Anak Krakatau.
Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Bupati Lampung Selatan, Sabtu, (5/9/2026) malam, ada 12 poin langkah yang segera dilaksanakan.
Rapat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting bersama Perangkat Daerah terkait dalam rangka memastikan kesiapsiagaan Pemerintah Daerah tersebut ditetapkan langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan meliputi:
1. Penghentian sementara aktivitas wisata.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan untuk menghentikan sementara aktivitas wisata menuju Pulau Sebesi dan kawasan Gunung Anak Krakatau sampai kondisi kembali normal dan dinyatakan aman.
2. Pemantauan keselamatan penyeberangan.
Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan berkoordinasi dengan ASDP, Bandar Udara Internasional Radin Inten II InJourney dan KSOP untuk memantau dampak aktivitas erupsi terhadap keselamatan penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni dan dan De Dermaga Canti serta Penerbangan Bandar Udara Internasional Radin Inten II InJourney di Kabupaten Lampung Selatan.
3. Pemantauan langsung di kecamatan.
Seluruh kecamatan diminta turun ke lapangan, membantu masyarakat, serta mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan abu vulkanik.
4. Penanganan kesehatan.
Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, BPBD, dan Kecamatan turun ke lapangan untuk pembagian masker dan pembentukan pos kesehatan di seluruh kecamatan sesuasi dengan kebutuhan.
5. Perlindungan nelayan.
Nelayan diimbau mengurangi aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dan tidak mendekati kawasan gunung dalam radius paling dekat 3 kilometer serta mengikuti arahan petugas.
6. Kesiapan sektor pendidikan. Apabila erupsi berlanjut. Dinas Pendidikan diminta menyiapkan opsi peliburan sekolah atau pembelajaran secara daring sesuai perkembangan kondisi.
7. Kesiapan cadangan pangan. Kestapan
Apabila erupsi abu berlanjut dan menyebabkan masyarakat atau nelayan terdampak, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan diminta menyiapkan cadangan pangan.
8. Keterlibatan seluruh Perangkat Daerah.
Seluruh Perangkat Daerah diminta membantu penanganan sesuai Tugas Pokok, Fungsi, dan
Kewenangan masing masing.
9. Kesiapan dukungan anggaran.
Apabila kondisi bencana berlanjut, BPKAD Kabupaten Lampung Selatan diminta menyiapkan opsi Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
10. Koordinasi penanganan. BPBD Kabupaten Lampung Selatan ditunjuk sebagai Perangkat Daerah koordinator dengan Call Center 0823-5892-4600.
11. Pemantauan berkala.
Tim penanganan bencana melakukan pengamatan dan pelaporan perkembangan kondisi secara berkala setiap 3 jam kepada Bupati Lampung Selatan.
12. Pelaporan kepada Pemerintah Provinsi dan Pusat.
BPBD Kabupaten Lampung Selatan pada Rapat Koordinasi tersebut juga menyampaikan laporan kepada Gubemur Lampung dan BNPB terkait kejadian, perkembangan, serta serta langkah-langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat, resmi, dan tidak menimbulkan informasi yang simpang siur, seluruh publikasi terkait aktivitas dan penanganan erupsi Gunung Anak Krakatau dipusatkan melalui satu pintu pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan mengajak media massa dan media digital untuk turut menyebarluaskan informasi resmi Pemerintah Daerah kepada masyarakat serta mengedepankan informasi yang telah terverifikasi.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari Pemerintah dan Instansi berwenang.
Sumber: Lampungselatankab.go.id





