LAMPUNG SELATAN | LAMPUNGKU.COM – Siang menjelang sore, aktivitas di Gerai Sembako Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bumi Sari Natar Lampung Selatan masih terlihat berjalan. Bangunannya tidak terlalu besar. Dari luar, bentuknya tampak sederhana seperti warung desa pada umumnya. Tidak ada keramaian berlebihan, tidak pula antrean panjang. Namun suasana di dalamnya terasa hidup.
Seorang pria terlihat berbincang sambil menunggu transaksi Brilink selesai. Tabung-tabung gas LPG tersusun di bagian depan gerai, berdampingan dengan karung beras. di samping warung, tiga payung tenda lengkap dengan meja berjejer disediakan untuk pengunjung. Di dindingnya tertulis gratis toilet, gratis kopi.
Gerai itu berdiri di lokasi yang cukup strategis, dekat pintu tol Natar dan berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera. Kendaraan besar sesekali melintas di depan bangunan koperasi tersebut. Tampak mobil minibus berhenti untuk Top-Up kartu tol yang menjadi salah satu unit usaha KDMP ini.
Begitu masuk ke ruangan sederhana seluas sekitar 2×2 m yang difungsikan sebagai kantor, Ketua KDMP Bumi Sari Diktri Ariansyah langsung menyambut dengan ramah sembari meminta maaf tidak bisa berlama karena ada agenda lain yang harus dikerjakan.
Di balik aktivitas yang tampak sederhana itu, KDMP Bumi Sari perlahan tumbuh menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi warga desa.
Dalam obrolan yang tak lebih dari 20 menit itu, Diktri memulai dengan menceritakan awal dibentuknya koperasi yang delapan tahun ke belakang adalah Koperasi Gapoktan Rukun Santoso. Namun pada Mei 2025 melalui musyawarah desa khusus yang dipimpin Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sepakat dikembangkan sekaligus dibentuk sebagai KDMP Bumi Sari.
Setelah terbentuk, pengurus memilih langsung menjalankan usaha-usaha yang dianggap paling memungkinkan dan cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sebelum akhirnya resmi diluncurkan pada 22 Juli 2025.
“Kami berupaya menjalankan apa yang bisa dijalankan,” ujarnya.
Alhamdulillah, KDMP Bumi Sari terus berkembang, sampai akhirnya koperasi ini mulai membuka layanan sembako dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Dan sejarah mencatatnya menjadi KDMP pertama yang berdiri di Lampung.
KDMP Bumi Sari akhirnya mendapat akses ke BUMN sehingga barang-barang kebutuhan pokok seperti gula dan minyak goreng dipasok melalui Bulog. LPG bekerja sama dengan Pertamina. Distribusi pupuk dilakukan bersama Pupuk Indonesia.
Perlahan, jenis layanan koperasi terus bertambah. Di dalam gerai, layanan Brilink hasil kerja sama dengan BRI ikut berjalan. Warga mulai melakukan transfer uang, pembayaran tagihan, hingga tarik tunai tanpa harus pergi ke Bank. Tidak jauh dari Gerai Sembako, koperasi juga mulai menyiapkan layanan apotek dan klinik melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, juga gerai pupuk di lokasi lain.
Diktri mengungkap, modal awal koperasi berasal dari anggota. Hingga kini tercatat sekitar 180 anggota bergabung dengan total modal sekitar Rp300 juta, sementara dana tunai yang berputar berkisar Rp150 juta hingga Rp200 juta.
Dengan modal itu, koperasi mulai mengembangkan berbagai unit usaha lain seperti simpan pinjam, suplai bahan untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengiriman paket bekerja sama dengan Pos Indonesia.
Produk-produk UMKM masyarakat juga ikut dipasarkan melalui koperasi. Gabah petani disalurkan ke Bulog melalui KDMP. Diktri menyebut koperasi ingin menjadi tempat bertemunya kebutuhan masyarakat desa sekaligus hasil produksi warga.
Ahad kemarin, kata Diktri adalah pekan pertama koperasi nya menggelar Bazar Ayam Fresh Murah Serba Rp10.000. Pada penjualan perdana, sebanyak 500 kilogram daging ayam berupa ceker, jeroan, leher, ati ampela, habis terjual tak sampai satu jam.
“Kita buka jam 3 sore, jam 1 sudah ada yang antri, sampai kita batasi. Alhamdulillah sebentar saja habis,” ujarnya. Menurutnya program semacam itu menjadi salah satu kegiatan bisa dilakukan agar KDMP nya bisa cepat dikenal warga.
Menurut Diktri, banyak masyarakat mulai datang ke koperasi karena merasakan manfaat langsung dari harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.
Harga minyak goreng dan LPG misalnya, bisa diperoleh sesuai harga eceran tertinggi. Bagi sebagian warga, kondisi itu cukup membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
“Kami ingin koperasi ini ada manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, minimal mengurangi pengeluaran kalau belum bisa membantu meningkatan pendapatan,” katanya.
KDMP Bumi Sari juga menerapkan sistem berbasis teknologi informasi dalam pengelolaan koperasi. Anggota diberikan akses untuk melihat pembukuan dan kondisi keuangan koperasi melalui aplikasi.
“Anggota bisa cek. Pembukuan terbuka,” ujarnya.
Meski aktivitas koperasi terus berkembang, Diktri mengaku jumlah warga yang rutin memanfaatkan layanan koperasi masih belum besar.
Namun Diktri memilih tidak terburu-buru mengejar jumlah anggota. Dia ingin koperasi nya berkembang secara organik dan masyarakat bergabung karena benar-benar merasa terbantu oleh keberadaan koperasi. “Kami ingin orang gabung karena kesadaran dan merasakan manfaatnya,” katanya.
Diktri tidak mau terlalu muluk-muluk, target jangka pendeknya semua peluang akses ke pemerintah bisa didapatkan sehingga koperasi bisa terus berkembang. Dengan berkembangnya koperasi, anggota dapat tambahan SHU signifikan, masyarakat bertambah income-nya dan dapat kemudahan akses berbelanja.
“Selama ini masyarakat beli dengan harga tinggi, dengan akses kerjasama kita ke Pertamina, masyarakat bisa membeli gas dengan harga terjangkau sesuai HET di kami Rp.20.000,” paparnya.
Diktri menekankan target utamanya adalah memberikan sebanyak mungkin manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. “Semakin banyak kami berikan manfaat, maka otomatis akan banyak yang menjadi anggota. Biarkan KDMP ini berkembang secara organik,” ujarnya.
Harapan Diktri, pemerintah terus bersama KDMP menyukseskan program ini. “Ngk bisa sendirian, baik pemerintah, KDMP, dan semua stakeholder lain harus bergerak bersama. Ini program bagus jika dilakukan secara bersama,” tegasnya.
Menutup obrolan kami, Diktri menegaskan cita-cita besar KDMP Bumi Sari adalah sebagai motor penggerak ekonomi desa, sehingga benar-benar desa dapat bergerak dari sisi ekonomi, dan ekosistem nya terbangun di desa.
Sore itu, aktivitas di gerai masih terus berjalan. Kendaraan tetap melintas di Jalan Lintas Sumatera. Di sudut desa yang dekat dengan pintu tol itu, KDMP Bumi Sari perlahan bergerak maju bersama aktivitas masyarakat di sekitarnya.





