BANDAR LAMPUNG | LAMPUNGKU.COM – Dua dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera), Yusron Darojat, S.Pd., M.Sc. dan Dr. Eng. Feerzet Achmad, dipercaya menjadi Juri Nasional dalam penilaian proposal Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang berlangsung di Jakarta, 4–7 April 2026.
Menurut rilis yang diterima lampungku.com Rabu (8/4/2026), keterlibatan ini menegaskan kontribusi akademisi Itera dalam mendukung pengembangan talenta riset pelajar di tingkat nasional.
Dr. Feerzet Achmad, menyampaikan, keterlibatan dosen Itera menjadi representasi kontribusi aktif kampus dalam ekosistem riset dan inovasi nasional, khususnya pada pembinaan generasi muda yang memiliki minat kuat pada penelitian ilmiah.
“Keterlibatan dosen Itera sebagai juri nasional mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas akademik sivitas kampus,” ujar Dr. Feerzet Achmad.
Di Itera, Yusron Darojat merupakan dosen bidang Fisika Material dan Instrumentasi pada Program Studi Fisika, sedangkan Dr. Eng. Feerzet Achmad merupakan dosen pada Program Studi Teknik Kimia.
Yusron Darojat mengatakan, keterlibatan sebagai juri nasional OPSI 2026 merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk ikut mengawal tumbuhnya budaya riset di kalangan siswa.
“Banyak potensi generasi muda Indonesia yang sangat baik, dan ini perlu terus didampingi melalui ekosistem pembinaan yang serius,” ujarnya saat dihubungi lampungku.com.
Partisipasi ini sekaligus menunjukkan peran aktif Itera dalam memperkuat ekosistem riset nasional, tidak hanya melalui kegiatan akademik di kampus, tetapi juga melalui pembinaan dan penilaian karya ilmiah generasi muda Indonesia
OPSI merupakan ajang penelitian bagi siswa SMA/MA/SMK/sederajat yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Tahun ini kompetisi mengusung tema “Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi” untuk mendorong penguatan literasi sains, membaca, numerasi, serta penerapan pendekatan STEM secara terintegrasi.
Dalam tahap penilaian proposal, dewan juri menelaah berbagai aspek penelitian, mulai dari pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, hingga rancangan anggaran dan jadwal kegiatan. Proses ini juga disertai pemberian masukan substantif bagi peserta sebelum memasuki tahap penelitian lanjutan.





