Pesantren Al-Fatah Natar, Aktif Membela Masjid Al-Aqsha dan Palestina

LAMPUNG SELATAN | LAMPUNGKU.COM – Pembina Utama Jaringan Ponpes Al-Fatah Se-Indonesia, Imaam Yakhsyallah Mansur menegaskan bahwa Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah merupakan salah satu pesantren yang memiliki core perjuangan dalam pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsha dan Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Tasyakuran Kelulusan Kelas 6 Madrasah Aliyah (MA) Angkatan ke-32 yang digelar di Masjid An Nubuwwah, Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Ahad (19/4/2026) di hadapan Dubes Palestina, perwakilan Pemprov Lampung, para santri, wali santri, serta tamu undangan.

Bacaan Lainnya

“Salah satu core pesantren kita adalah pembelaan terhadap Palestina. Ini masih jarang di pesantren lain,” ujar Imaam Yakhsyallah Mansur.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan pesan mendalam kepada para santri agar menjadi generasi berilmu yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan secara luas. Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an, orang berilmu disebut dengan beberapa istilah, seperti ulama, ahlu zikri, ulil abshar, hingga puncaknya ulul albab.

Menurutnya, konsep ulul albab mencerminkan integrasi antara keimanan dan kecerdasan intelektual. Ia mencontohkan bahwa dalam kehidupan nyata, ilmu agama tidak dapat dipisahkan dari ilmu umum.

“Tidak mungkin bapak gubernur mislanya, bisa menyelesaikan hukum waris tanpa memahami matematika. Begitu juga menentukan arah kiblat membutuhkan ilmu geografi. Inilah yang disebut ulul albab,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sejak berdirinya pesantren Al-Fatah pada tahun 1993, tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Keduanya dipadukan sebagai satu kesatuan dalam membentuk karakter santri.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan menjadi ulul albab bukan hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga mampu membawa kebahagiaan bagi keluarga, bahkan hingga ke akhirat.

“Puncak keberhasilan kalian adalah ketika bisa membawa orang tua ke surga. Tidak hanya membahagiakan di dunia, tetapi juga di akhirat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesabaran sebagai ciri utama ulul albab. Menurutnya, kesabaran menjadi kunci keberhasilan dalam menjalani proses pendidikan hingga mencapai kelulusan. “Dengan kesabaran, kalian bisa sukses,” pesannya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *