LAMPUNG SELATAN | LAMPUNGKU.COM – Gubernur Lampung melalui sambutan resminya menyebut para santri Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah sebagai generasi yang luar biasa, sekaligus menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai salah satu pilar utama dalam membentuk karakter bangsa.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Tasyakuran Kelulusan Kelas 6 Madrasah Aliyah (MA) Angkatan ke-32 yang digelar di Masjid An Nubuwwah, Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Ahad (19/4/2026).
Dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Kominfotik Ganjar Jationo, Gubernur Lampung menyampaikan salam hormat, hangat, dan takzim kepada seluruh hadirin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua santri yang telah berhasil mengantarkan putra-putrinya hingga menyelesaikan pendidikan di jenjang Madrasah Aliyah.
“Selamat kepada para orang tua santri yang telah sukses mengantarkan anak-anaknya menuju kelulusan dan jenjang berikutnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menilai para santri Al-Fatah menunjukkan kualitas yang sangat baik, baik dari sisi akademik maupun kontribusi. Hal ini tercermin dari keberhasilan lulusan yang diterima di berbagai perguruan tinggi serta kesiapan mereka untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
“Santri Al-Fatah luar biasa. Kontribusinya baik, kelulusannya baik, dan keragaman kelulusan di perguruan tingginya juga baik. Ini menjadi bekal penting bagi pembangunan Lampung dan Indonesia,” tegasnya.
Gubernur Lampung juga menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan pelayanan dasar yang menjadi kunci kemajuan peradaban bangsa. Dalam hal ini, pondok pesantren memiliki posisi yang sangat strategis.
“Sejarah bangsa mencatat, salah satu pilar utama dalam membentuk karakter bangsa adalah pondok pesantren. Karena itu, keberadaan Ponpes Al-Fatah sangat penting dan harus terus berkembang,” ungkapnya.
Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada para santri penghafal Al-Qur’an (hafiz dan hafizah) yang dinilai menjadi fondasi kuat dalam pembangunan karakter berbasis spiritual.
Di tengah perkembangan zaman, ia juga mengingatkan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi generasi muda, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemandirian yang menjadi ciri khas pesantren.
“Tradisi keilmuan harus terus dijaga dan dikembangkan. Ilmuwan muslim seperti Alhaitami dan Alkhwarizmi menjadi bukti bahwa Islam dan ilmu pengetahuan berjalan beriringan,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Lampung menitipkan pesan kepada para santri untuk terus menjaga daerah dan bangsa, serta tidak melupakan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Pesan tersebut disampaikan dengan pantun khas daerah:
Makan seruit pakai sambal terasi,
Rasa pedasnya pengen nambah lagi.
Saya ucapkan selamat untuk para santri,
Semoga sukses menjadi penjaga nilai-nilai islami.
Kegiatan wisuda berlangsung khidmat dan penuh semangat, menjadi momentum penting dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan dunia.





