Relawan Indonesia Dipukuli Dalam Penjara Israel

Aktivis dalam Misi pelayaran menembus blokade Gaza saat ditangkap dan ditahan tentara Zionis Israel. Photo: (Cuplikan layar IG HumantiProject)

JAKARTA | LAMPUNGKU.COM – Juru bicara Adalah, Muktasim Zaidan mengatakan sembilan relawan asal Indonesia tergabung dalam misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), dipukuli dalam Penjara Ketziot di Gurun Negev, selatan Israel. Demikian dikutip dari Albalad.co, Kamis (21/5/2026).

Adalah merupakan organisasi non-pemerintah berkantor di Israel dan memantau penegakan hak asasi manusia di negara ilegal Zionis itu.

Bacaan Lainnya

Dalam wawancara khusus dengan Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini, Zaidan mengatakan seorang anggota tim hukum dari Adalah berhasil bertemu dengan empat dari sembilan relawan dari Indonesia di Penjara Ketziot dan mendapat kesaksian mengenai kondisi mereka.

“Dalam sel, tangan mereka (sembilan relawan Indonesia itu diikat dan mereka tidak diberi minum,” kata Zaidan. Mereka juga dipukuli di bagian paha, dada, dan kepala.”

Dia menambahkan 430 aktivis kemanusiaan mendekam dalam Penjara Ketziot mendapat perlakuan buruk. Satu sel mestinya dihuni enam orang, sekarang dijejali 13-15 relawan. “Mereka juga sengaja dibuat kelaparan,” ujarnya.

Gegara perlakuan buruk dalam Penjara Ketziot, menurut Zaidan, paling tidak tiga relawan dirawat di rumah sakit dan puluhan lainnya menderita patah tulang rusuk. Namun dia belum bisa memastikan apakah ada relawan Indonesia dibawa ke rumah sakit.

Sembilan relawan dari Indonesia ditangkap dalam dua kesempatan terpisah saat kapal mereka tumpangi tengah berlayar di Laut Mediterania.

Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat (kapal Josef), wartawan Republika Bambang Noroyono (kapal BoraLize), serta fotografer Republika Thoudy Badai Rifan Billah, wartawan TV Tempo Andre Prasetyo, koresponden iNews TV, Berita1, dan CNN Nugroho Rahendro Herubowo (kapal Ozgurluk) ditangkap Senin lalu.

Sedangkan Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa (kapal Zapyro) serta Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqsa dan Hendro Prasetyo dari Smart 171 (kapal Kasr-1) diculik kemarin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *