JAKARTA| LAMPUNGKU.COM – Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza bertambah menjadi sembilan orang.
Hal ini dikonfirmasi Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, Rabu, (20/5/2026). Sebelumnya disebut lima WNI lebih dahulu ditangkap, sementara empat lainnya masih melanjutkan pelayaran. Namun perkembangan terbaru menyebut seluruh WNI peserta flotilla telah ditangkap Israel.
Sembilan WNI tersebut terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis Indonesia yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla 2.0 termasuk satu diantaranya adalah warga Lampung yang juga Jurnalis yang tergabung di AJI Bandar Lampung.
Beberapa nama yang dilaporkan ikut dalam misi tersebut antara lain Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa) di Kapal Zapyro, Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat) di Kapal Josef.
Sementara Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso) dan Hendro Prasetyo (Smart 171) di Kapal Kasr-1, Bambang Noroyono (Republika) di Kapal BoraLize, Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan Kontributor Media) di kapal Ozgurluk.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan pemerintah terus memantau kondisi sembilan WNI tersebut meski komunikasi langsung masih terkendala.
Misi Global Sumud Flotilla sendiri membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang hingga kini masih menghadapi krisis akibat agresi berkepanjangan Israel. Armada yang terdiri dari puluhan kapal dan ratusan relawan internasional itu dicegat militer Israel di Laut Mediterania sebelum mencapai Gaza.





