Iyut Kafiradikal: Israel Tak Akan Sembarangan Perlakukan Relawan Indonesia

JAKARTA | LAMPUNGKU.COM – Pernyataan militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) yang menyebut akan memperlakukan relawan Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) dengan baik mendapat sorotan dari aktivis kemanusiaan, Mangihut Hasudungan.

Menurut Aktivis buruh yang kerap disapa Iyut Kafiradikal ini, Israel memiliki kepentingan besar menjaga citra mereka di Indonesia sehingga kecil kemungkinan bertindak represif terhadap relawan asal Indonesia yang ditahan dalam misi kemanusiaan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Zionis Israel tidak akan memperlakukan relawan Indonesia dengan buruk karena itu bisa menghancurkan investasi sosial mereka di Indonesia yang dibangun selama puluhan tahun,” kata Iyut kepada lampungku.com, Selasa (20/5/2026).

Ia menilai hubungan Indonesia dan Israel selama ini memang tidak dalam bentuk diplomatik formal, namun disebut memiliki kontak dan kerja sama tidak langsung sejak lama melalui berbagai jalur.

“Sejak era Soeharto sudah ada kerja sama bawah tanah, terutama lewat ekonomi dan militer. Pada masa Gus Dur menurut saya bertambah juga lewat pendekatan teologi. Hubungan pemerintah Indonesia-Zionis ini walau tentu saja bukan dalam bentuk diplomatik formal tapi “kemesraan”-nya bisa melebihi hubungan diplomatik formal,” ujarnya.

Iyut menyebut Indonesia memiliki posisi strategis di mata Israel karena merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sekaligus memiliki komunitas Kristen dalam jumlah besar. Indonesia adalah satu²nya negara di dunia yang punya populasi muslim terbesar tapi punya penduduk Kristen 30 juta warga. Tidak ada negara manapun yg punya keunikan seperti itu.

“Karena bagaimanapun 30 juta warga Indonesia penganut Kristen adalah modal sosial yg teramat dibutuhkan oleh Zionis untuk membangun citra mereka di hadapan dunia Islam via negara berpenduduk muslim terbesar di dunia,” ujarnya.

Jadi jelas, lanjut Iyut, Zionis berinvestasi sejak beberapa dekade lalu di Indonesia melalui banyak proxy. “Bahkan bisa mencengkram sebagian NU, kita tahu sama tahu soal itu,” katanya.

Itulah sebabnya menurut Iyut, dengan kebutuhan sebesar itu, Zionis sudah pasti tidak akan berani mempersekusi-membunuh perwakilan Indonesia yang ada dalam kampanye GSF.

“Pembunuhan hanya akan terpaksa dilakukan oleh zionis kepada WNI, bilamana mereka berhasil menjejakkan kaki/berlabuh di area daratan yg dikuasai IDF. Contohnya personel-personel TNI di perbatasan Lebanon baru-baru ini,” ujar aktivis yang telah mendaki ratusan gunung untuk mengibarkan bendera Palestina ini.

Menurutnya, Zionis tidak bodoh menghabisi nyawa WNI. Hal itu akan menghancurkan investasi sosial mereka di Indonesia. Itulah sebabnya sebelum memasuki perairan Palestina, mereka cegah di perairan internasional.

“Mereka tahu bahwa intersepsi di wilayah perairan internasional adalah tindakan pelanggaran hukum internasional. Tapi siapa penegak hukum internasional yang berani konfrontasi dengan IDF di wilayah perairan tsb?. Bukan mereka tidak berani menindak patroli IDF tapi lobi-lobi Zionis di tataran elit pemerintahan dunia kan kita sudah tahu sama tahu,” ujarnya.

Apalagi, kata Iyut, bukan rahasia umum bahwa Zionis terlalu banyak record melanggar hukum internasional. “Tapi siapa yang mau hukum mereka? Wong polisi dunia aja adalah kacung mereka,” tegasnya.

Karenanya Iyut menekankan pentingnya memaksimalkan perang narasi melawan Zionis Israel. “Paling perangnya adalah di medan narasi. Bedanya dulu di zaman pra sosial media mereka kuasai nyaris total. Sekarang di zaman sosial media, mereka tidak bisa lagi mendikte narasi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *