PWI Lampung Sebut Penangkapan Jurnalis oleh Israel Upaya Sistematis Bungkam Kebenaran

BANDAR LAMPUNG | LAMPUNGKU.COM – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, menilai tindakan represif tentara Zionis Israel terhadap empat jurnalis asal Indonesia merupakan upaya sistematis untuk membungkam kebenaran dan menutupi krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di Palestina dari mata dunia.

“Jurnalis dilindungi oleh hukum internasional saat berada di wilayah konflik dan tidak seharusnya dijadikan target penangkapan atau kekerasan,” ujarnya dalam pernyataan kepada Lampungku.com, Selasa (19/5/2026).

Bacaan Lainnya

PWI Lampung mendesak komunitas internasional, organisasi pers dunia, serta Pemerintah Indonesia agar mengambil langkah taktis untuk segera membebaskan tanpa syarat bagi keempat jurnalis Indonesia dan seluruh relawan kemanusiaan yang diculik dan meminta jaminan keamanan bagi setiap jurnalis yang bertugas menyampaikan kebenaran di zona konflik Gaza.

Wirahadikusumah menegaskan bahwa solidaritas insan pers di Lampung dan Indonesia akan terus mengalir untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dan keselamatan para jurnalis di garis depan.

“Kami mengutuk keras tindakan laknatullah tentara Israel. Mereka sama sekali tidak menghargai profesi kami, para jurnalis, yang mengorbankan keselamatan demi menginformasikan fakta dan kejadian nyata yang menimpa saudara-saudara kita di Gaza,” ujarnya.

Keempat jurnalis tersebut diketahui tengah menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza saat dilaporkan ditahan oleh tentara Israel.

Menurut Wira, jurnalis merupakan pihak sipil yang dilindungi hukum internasional ketika bertugas di wilayah konflik. Karena itu, tindakan penahanan terhadap para pewarta dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers dan hukum humaniter internasional.

Ia menegaskan, upaya intimidasi terhadap jurnalis tidak akan menghentikan arus informasi mengenai kondisi kemanusiaan di Gaza yang terus menjadi perhatian dunia internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *