BANDAR LAMPUNG |LAMPUNGKU.COM — Ketahanan nasional bukan hanya urusan TNI, justru dibangun dari ketahanan masyarakat yang terdiri atas individu diantaranya mahasiswa. Karenanya diperlukan lima ketahanan mahasiswa sebagai agen ketahanan nasional.
Hal ini dipaparkan dosen STISA ABM, Dr (Cand) Rd. Roro Atmim Nurona, M.Pd., salah satu narasumber Studium Generale yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Shuffah Al-Qur’an Abdullah Bin Mas’ud (STISA ABM) Online, Ahad (27/9/2026) di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung.
“Pertama Ketahanan Intelektual. Mahasiswa harus kritis, memverifikasi sumber informasi, mengenali hoaks, dapat membedakan fakta dan opini, dan bisa menggunakan AI secara bertanggung jawab,” ujarnya pada Studium Generale bertema “Bela Negara di Era Digital: Meneguhkan Solidaritas Kebangsaan dan Peran Generasi Muda dalam Menjaga Ketahanan Bangsa” tersebut.
Kedua Ketahanan Moral. Mahasiswa dituntut mempunyai integritas: jujur, amanah, disiplin, dan anti plagiarisme.
Ketiga Ketahanan sosial. Mahasiswa mampu menghargai perbedaan, membangun dialog, menolak perundingan dan ujaran kebencian, memperkuat ukhuwah dan kolaborasi.
Adapun ketahanan keempat yaitu ketahanan digital. “Mahasiswa harus cakap digital, aman bermedia, kritis terhadap informasi, dan bijak menggunakan AI,” lanjutnya.
Ketahanan yang terakhir adalah ketahanan ekonomi dan inovasi. Mahasiswa harus mampu berwirausaha, berinovasi, meneliti, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja.
Studium Generale ini menghadirkan narasumber Dosen STISA ABM Online Dr. (Cand) Rd. Roro Atmim Nurona, M.Pd., mewakili Pangkoarmada RI, Kaskoarmada RI Laksamana Muda TNI Heri Triwibowo, SE, M.Si., serta Kabid Poldagri Badan Kesbangpol Provinsi Lampung Heriza Kurniawan, SH, M.IP mewakili Wakil Gubernur Lampung serta diikuti peserta dari sivitas akademika STISA ABM Online.





