Ketua STISA ABM: Satelit Lampung-1, Ikhtiar Memahami Kebesaran Allah

BANDAR LAMPUNG | LAMPUNGKU.COM — Peluncuran satelit Lampung-1 menjadi momentum untuk melihat kemajuan sains dan teknologi sebagai bagian dari ikhtiar manusia dalam membaca dan memahami kebesaran Allah SWT.

Demikian dikatakan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Shuffah Al-Qur’an Abdullah Bin Mas’ud (STISA ABM) Online, Dr. Lili Sholehuddin kepada Lampungku.com, Kamis, (6/8/2026).

Bacaan Lainnya

Lili menekankan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan satelit, memiliki relevansi kuat dengan semangat Al-Qur’an yang mendorong manusia untuk membaca, berpikir, meneliti dan memahami alam semesta.

Menurutnya, Al-Qur’an telah memberikan dorongan kepada manusia untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu antara lain tercermin dalam perintah membaca pada QS. Al-‘Alaq ayat 1-5, dorongan untuk menembus penjuru langit dalam QS. Ar-Rahman ayat 33, penciptaan alam semesta dalam QS. Al-Anbiya’ ayat 30, serta tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta sebagaimana QS. Al-Baqarah ayat 164.

“Peluncuran satelit ini, harapannya tentu dapat membawa dampak positif bagi kelestarian alam dan kondusifitas lingkungan hidup. Konteks ini sudah barang tentu dapat diejawantahkan melalui berbagai pendekatan, salah satunya sains dan teknologi,” ujar Lili.

Ia menilai kehadiran teknologi satelit di Lampung merupakan peluang sekaligus tantangan yang perlu disikapi secara serius, khususnya oleh lembaga pendidikan dan masyarakat.

“STISA ABM Online memandang bahwa kehadiran satelit ini merupakan peluang dan tantangan yang perlu dicermati, disikapi dan dirumuskan secara seksama agar dapat beradaptasi dan mengambil bagian secara proaktif,” katanya.

Lili menambahkan, kemajuan teknologi seharusnya tidak dipandang semata-mata sebagai pencapaian material, tetapi juga sebagai sarana untuk menghadirkan kemaslahatan bagi manusia dan menjaga lingkungan.

Sementara itu, Ketua LPPM STISA ABM, Fuad Buntoro, ME, menilai peluncuran Lampung-1 sebagai bagian dari penguasaan teknologi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kemajuan sebuah daerah.

“Siapa yang menguasai teknologi akan menguasai dunia. Dan yang tidak memanfaatkan teknologi akan semakin tertinggal,” katanya.

Fuad juga mengutip QS. Ar-Rahman ayat 33:

“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan.”

Menurut Fuad, kekuatan dalam ayat tersebut dapat dimaknai sebagai pertolongan Allah sekaligus sumber daya yang dibutuhkan manusia untuk mencapai kemampuan tersebut, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi dan peralatan.

Ia juga menilai kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sebagai bentuk kepemimpinan transformasional dan networked leadership yang dapat mendorong kemajuan Lampung melalui pemanfaatan teknologi dan jejaring kolaborasi.

Fuad berharap peluncuran Lampung-1 tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi dapat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan dan kemaslahatan masyarakat Lampung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *