LAMPUNG SELATAN | LAMPUNGKU.COM – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali mengalami erupsi pada Senin (24/8/2026) malam.
Berdasarkan informasi terbaru Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 21.09 WIB.
Kolom letusan teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut. Kolom letusan berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat laut.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 55 milimeter dan durasi sementara mencapai sekitar 7 menit 3 detik.
PVMBG menyebut erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.
Sebelumnya, pada Senin sore, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi pada pukul 17.09 WIB. Saat itu, kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak dengan warna kelabu hingga hitam dan condong ke arah utara serta timur laut.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sepanjang periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB juga menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. PVMBG mencatat empat kali letusan, 100 kali gempa hembusan, lima kali tremor harmonik, dua kali gempa low frequency, serta 25 kali gempa hybrid atau fase banyak.
Tremor menerus (microtremor) juga terekam dengan amplitudo 3-60 milimeter, dengan amplitudo dominan 20 milimeter.
Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga).
PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi Badan Geologi dan PVMBG.





